Monday, September 2, 2013

5 Derby, Pertama Sepanjang Sejarah!




Derby della Madonnina merupakan salah satu laga derby terpanas di seluruh kompetisi sepakbola dunia, yang mempertemukan dua tim asal kota Milan, Inter Milan dan AC Milan.
Rivalitas yang tersaji baik di dalam lapangan maupun diluar lapangan sangat menarik untuk disimak. Tidak hanya terbatas di kota Milan, Serie-A juga menyajikan laga-laga derby panas lainnya. Terakhir di musim lalu, tersaji 4 laga derby yang tersaji di Serie-A. Derby della Molle mempertemukan dua klub asal kota Turin, Juventus dan Torino;
Derby della Lanterna (Derby of the Lantern) mempertemukan dua klub asal Genoa, Sampdoria
Genoa; dan Derby della Capitale yang mempertemukan dua klub asal ibukota Italia, Roma dan
Lazio. Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, sepakbola Italia lewat Serie-A-nya menyajikan 2 sampai 4 laga derby per musim. Tapi tidak untuk musim ini (2013-14).

Hellas Verona, yang baru saja promosi dari Serie-B, memastikan terjadinya sejarah baru di
kompetisi sepakbola tertinggi di Italia. Total 5 laga derby akan memanjakan mata pecinta
sepakbola Italia di musim ini di luar 4 laga derby diatas. Derby della Scala menyempurnakan
komposisi 5 laga derby yang untuk pertama kalinya sepanjang sejarah akan terjadi di
musim ini. Mereka (Hellas) akan bersua dengan tetangganya sesama tim dari kota Verona,
Chievo. Duel antara Hellas Verona dan Cheivo terakhir kali tersaji di Serie-A pada musim 2001-02.
Setelah itu Hellas Verona menghilang bak ditelan bumi, setelah terdampar ke Serie-B dan
baru musim ini kembali naik ke Serie-A. Luca Campedelli, presiden Chievo menyatakan
"Persaingan musim ini bakal lebih sengit, karena setiap laga derby tak mudah"


Derby d'Italia
Diluar dari laga-laga Derby yang (seharusnya) mempertemukan dua tim dari satu kota yang
sarat akan rivalitas, Serie-A juga menyajikan laga-laga "Derby" lainnya. Satu yang paling

terkenal adalah Derby d'Italia yang mempertemukan Juventus kontra Inter Milan. Derby d'Italia

pertama kali dimunculkan oleh wartawan olahraga terkemuka Italia, Gianni Brera pada tahun
1967. Sampai dengan tahun itu Juventus dipandang sebagai representasi dari sepakbola Italia
karena segudang prestasinya di kompetisi domestik dengan 12 kali Scudetto. Sedangkan Inter
berada satu posisi dibawahnya dengan 10 Scudetto ditambah prestasi Inter yang sangat gemilang
di level eropa dengan memenangi 2 trofi Piala Eropa dan satu trofi Interkontinental hingga
para pendukung Inter mengenang masa-masa keemasan tersebut dengan Grande Inter. Ditambah
lagi kedua tim ini (Juve dan Inter) merupakan dua tim yang tidak pernah merasakan terjungkal
ke Serie-B, sampai dengan tahun 2005 Juventus akhirnya degradasi ke Serie-B karena skandal
Calciopoli. Atas dasar itulah derby d'Italia dikenal karena mempertemukan 2 klub raksasa
Italia yang memang secara historis memiliki segudang prestasi baik di kompetisi domestik,
eropa, bahkan dunia.


Tersajinya 5 laga derby, ditambah lagi masuknya pemain-pemain kelas dunia ke Serie-A
seperti Gonzalo Higuain, Pepe Reina, Raul Albiol (Napoli); Carlos Tevez, Fernando Llorente
(Juventus); Mario Gomez, Joaquin Sanchez (Fiorentina), Gervinho dan Kevin Strootman (Roma)
membuat Serie-A makin "nikmat" untuk disaksikan. Akankah pamor Serie-A yang memang beberapa
tahun terakhir menurun drastis akan kembali naik? Kita nantikan saja.

Milan "Pulangkan" Kaka Gratis!

Milan. Ricardo Izecson dos Santos Leite atau yang biasa dipanggil dengan Kaka akhirnya menuntaskan statusnya sebagai pemain Real Madrid. Pemain kelahiran Gama, Brazil, 22 April 1982 ini "dipulangkan" oleh klub yang sempat membesarkan namanya di kancah sepakbola eropa. AC Milan secara resmi mengumumkan transfer Kaka pada tanggal 2 September kemarin waktu setempat. Pemain internasional Brazil ini datang dengan status bebas transfer dari Satiago Bernabeu, dengan kontrak bersama AC Milan selama 2 tahun. Menurut Goal.com Kaka akan mendapatkan gaji sebesar 4 juta Euro per musim. Kaka memulai karir sepakbolanya bersama klub lokal, Sao Paulo. Penampilannya memukaunya bersama Sao Paulo menarik perhatian klub-klub eropa. Pada Tahun 2003, AC Milan akhirnya berhasil mendapatkan tanda tangan kontrak Kaka yang bernilai 8,5 juta Euro. Tidak butuh waktu lama buat Kaka untuk langsung masuk ke skuad inti dari rival sekota Internazionale ini. Total, Kaka menyumbangkan 10 gol dari total 30 penampilannya di semua kompetisi yang dilakoni Milan pada musim pertamanya. Kehadiran pemain flamboyan ini langsung memberikan dampak besar bagi Milan. Di musim pertamanya, Kaka berhasil membawa milan Scudetto dan memenangkan piala Super Cup UEFA. 193 caps dan 70 gol berhasil dicetak Kaka selama berada di Milan.

6 tahun bersama Milan, Kaka akhirnya hengkang ke dataran Spanyol bersama Real Madrid pada tahun 2009. Florentino Perez, presiden Real Madrid, berhasil mendatangkan Kaka dengan transfer fee senilai 57,2 juta Pounds. 4 tahun bersama Madrid Kaka bermain sebanyak 85 kali dengan torehan gol sebanyak 23. Pra-musim 2013/2014, dengan pelatih anyar Real Madrid, Carlo Ancelotti, Kaka memang jarang mendapat tempat di skuad inti. Kedatangan pemain muda berbakat Spanyol, Isco, seakan menjadi mimpi buruk buat Kaka, yang memang masih mengincar tempat di skuad tim nasional Brazil untuk Piala Dunia 2014 di negaranya sendiri.

     Kehadiran Kaka kembali ke San Siro pada September 2013 memberikan harapan ke publik Milan yang baru kehilangan beberapa pemain mereka. Hengkangnya Kevin-Prince Boateng ke klub Jerman,
Schalke 04, Mathieu Flamini kembali ke Arsenal, Massimo Ambrosini ke Fiorentina, meninggalkan tempat di barisan tengah AC Milan yang kini diarsiteki Massimiliano Allegri. Akankah Kaka dapat memenuhi ekspektasi milanisti untuk membawa klub kesayangannya bersinar seperti saat pertama dia bermain di San Siro?