
Derby della Madonnina merupakan salah satu laga derby terpanas di seluruh kompetisi sepakbola dunia, yang mempertemukan dua tim asal kota Milan, Inter Milan dan AC Milan.
Rivalitas yang tersaji baik di dalam lapangan maupun diluar lapangan sangat menarik untuk disimak. Tidak hanya terbatas di kota Milan, Serie-A juga menyajikan laga-laga derby panas lainnya. Terakhir di musim lalu, tersaji 4 laga derby yang tersaji di Serie-A. Derby della Molle mempertemukan dua klub asal kota Turin, Juventus dan Torino;
Derby della Lanterna (Derby of the Lantern) mempertemukan dua klub asal Genoa, Sampdoria
Genoa; dan Derby della Capitale yang mempertemukan dua klub asal ibukota Italia, Roma dan
Lazio. Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, sepakbola Italia lewat Serie-A-nya menyajikan 2 sampai 4 laga derby per musim. Tapi tidak untuk musim ini (2013-14).
Hellas Verona, yang baru saja promosi dari Serie-B, memastikan terjadinya sejarah baru di
kompetisi sepakbola tertinggi di Italia. Total 5 laga derby akan memanjakan mata pecinta
sepakbola Italia di musim ini di luar 4 laga derby diatas. Derby della Scala menyempurnakan
komposisi 5 laga derby yang untuk pertama kalinya sepanjang sejarah akan terjadi di
musim ini. Mereka (Hellas) akan bersua dengan tetangganya sesama tim dari kota Verona,
Chievo. Duel antara Hellas Verona dan Cheivo terakhir kali tersaji di Serie-A pada musim 2001-02.
Setelah itu Hellas Verona menghilang bak ditelan bumi, setelah terdampar ke Serie-B dan
baru musim ini kembali naik ke Serie-A. Luca Campedelli, presiden Chievo menyatakan
"Persaingan musim ini bakal lebih sengit, karena setiap laga derby tak mudah"
Derby d'Italia
Diluar dari laga-laga Derby yang (seharusnya) mempertemukan dua tim dari satu kota yang
sarat akan rivalitas, Serie-A juga menyajikan laga-laga "Derby" lainnya. Satu yang paling

terkenal adalah Derby d'Italia yang mempertemukan Juventus kontra Inter Milan. Derby d'Italia
pertama kali dimunculkan oleh wartawan olahraga terkemuka Italia, Gianni Brera pada tahun
1967. Sampai dengan tahun itu Juventus dipandang sebagai representasi dari sepakbola Italia
karena segudang prestasinya di kompetisi domestik dengan 12 kali Scudetto. Sedangkan Inter
berada satu posisi dibawahnya dengan 10 Scudetto ditambah prestasi Inter yang sangat gemilang
di level eropa dengan memenangi 2 trofi Piala Eropa dan satu trofi Interkontinental hingga
para pendukung Inter mengenang masa-masa keemasan tersebut dengan Grande Inter. Ditambah
lagi kedua tim ini (Juve dan Inter) merupakan dua tim yang tidak pernah merasakan terjungkal
ke Serie-B, sampai dengan tahun 2005 Juventus akhirnya degradasi ke Serie-B karena skandal
Calciopoli. Atas dasar itulah derby d'Italia dikenal karena mempertemukan 2 klub raksasa
Italia yang memang secara historis memiliki segudang prestasi baik di kompetisi domestik,
eropa, bahkan dunia.
Tersajinya 5 laga derby, ditambah lagi masuknya pemain-pemain kelas dunia ke Serie-A
seperti Gonzalo Higuain, Pepe Reina, Raul Albiol (Napoli); Carlos Tevez, Fernando Llorente
(Juventus); Mario Gomez, Joaquin Sanchez (Fiorentina), Gervinho dan Kevin Strootman (Roma)
membuat Serie-A makin "nikmat" untuk disaksikan. Akankah pamor Serie-A yang memang beberapa
tahun terakhir menurun drastis akan kembali naik? Kita nantikan saja.

No comments:
Post a Comment